Vitalik Buterin Serukan Infrastruktur Open-Source di Kesehatan, Keuangan, dan Tata Kelola
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menegaskan pentingnya membangun infrastruktur digital yang terbuka dan dapat diverifikasi untuk sektor vital seperti kesehatan, keuangan, dan tata kelola. Menurutnya, sistem tertutup berisiko menciptakan monopoli, penyalahgunaan, hingga hilangnya kepercayaan publik.
Dalam sebuah tulisan di blog pribadinya, Buterin menilai bahwa semakin teknologi digital masuk ke kehidupan sehari-hari, ketergantungan pada sistem tertutup akan memperbesar bahaya sentralisasi. Ia menekankan bahwa keterbukaan dan transparansi dapat mencegah fragmentasi global serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: Pelaku Pengrusakan DPRD Cirebon Dibebaskan via Restorative Justice
Teknologi Terbuka untuk Kesehatan, Keuangan, dan Pemilu
Buterin menyoroti bagaimana teknologi kesehatan yang bersifat tertutup berpotensi membatasi akses, memonopoli data, hingga membuka peluang pengawasan berlebihan. Ia mencontohkan distribusi vaksin COVID-19 yang sempat mengikis kepercayaan publik karena proses produksi dan komunikasinya tertutup. Sebagai perbandingan, ia memuji inisiatif seperti PopVax yang menerapkan proses terbuka untuk menekan biaya sekaligus mengurangi skeptisisme.
Pada sektor keuangan, ia mengungkapkan betapa besar perbedaan efisiensi antara transaksi kripto yang hanya memakan waktu lima detik. Blockchain, menurutnya, sudah membuktikan bahwa infrastruktur terbuka mampu memangkas birokrasi.
Buterin juga menekankan perlunya perangkat keras dan perangkat lunak yang aman sekaligus terbuka untuk sistem publik yang kritis, terutama pemilu. Ia mengingatkan bahwa perangkat lunak tertutup atau “black box” tidak akan pernah bisa membangun kepercayaan masyarakat.

Komitmen pada Privasi
Selain keterbukaan, Buterin juga konsisten menggaungkan pentingnya privasi. Pada April lalu, ia menegaskan bahwa privasi harus menjadi tujuan utama dalam desain sistem. Ia bahkan merilis peta jalan privasi untuk Ethereum, yang mencakup perubahan jangka pendek pada protokol inti dan ekosistem guna memperkuat perlindungan pengguna.