Altseason Bergantung pada Stimulus China dan Respons Investor terhadap Resesi

Altseason Bergantung pada Stimulus China dan Respons Investor terhadap Resesi

Altseason Bisa Lanjut Jika China Beri Stimulus

Stimulus dari bank sentral China dan sikap investor global terhadap resesi akan menjadi kunci kelanjutan altseason. Trader kini menunggu apakah langkah berikutnya dari Bank Rakyat China (PBOC) bisa memberi likuiditas tambahan yang mendorong altcoin menembus rekor harga sebelumnya.


Stimulus Ekonomi Dorong Pasar Crypto

Laporan 21Shares pada Maret 2025 menunjukkan korelasi 94% antara harga Bitcoin (BTC) $115,427 dengan likuiditas global. Angka ini lebih tinggi dibanding S&P 500 maupun emas.

Menurut Porkopolis Economics, basis moneter AS (M0) mencapai $5,8 triliun, disusul zona euro $5,4 triliun, China $5,2 triliun, dan Jepang $4,4 triliun. Dengan porsi 19,5% dari PDB global, kebijakan moneter China sangat berpengaruh meski keputusan The Fed sering jadi sorotan utama.

Data Juli menunjukkan pelemahan ekonomi China. Penjualan ritel turun 0,1% dibanding bulan sebelumnya. Investasi aset tetap anjlok 5,3% year-over-year, penurunan terdalam sejak Maret 2020. Produksi industri hanya naik 0,4%, sementara tingkat pengangguran perkotaan naik ke 5,2% dari 5% di Juni.

Analis Bloomberg Economics, Chang Shu dan Eric Zhu, menilai PBOC bisa meluncurkan stimulus baru “secepat September.” Ekonom di Nomura dan Commerzbank juga percaya kebijakan dukungan yang lebih kuat hanya soal waktu.

Namun, meski PBOC melonggarkan kebijakan, investor crypto bisa saja tetap ragu jika ketakutan resesi global meningkat.

Sumber: TradingView

Sentimen Konsumen AS Melemah, Pasar Tetap Optimis

Survei Universitas Michigan pada Jumat lalu menunjukkan 60% warga AS memperkirakan pengangguran memburuk dalam setahun ke depan. Angka ini terakhir kali terlihat pada krisis 2008–09.

Meski begitu, pasar keuangan tetap tangguh. S&P 500 mencetak rekor baru, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 5 tahun naik ke 3,83% dari posisi terendah 3,74% pada 4 Agustus. Kenaikan ini menandakan investor kurang takut risiko, memberi ruang bagi pemulihan kapitalisasi altcoin.

Jika China benar-benar meluncurkan stimulus, tambahan likuiditas bisa menjadi katalis besar bagi aset berisiko. Dorongan dari PBOC berpotensi cukup kuat untuk membawa altcoin menuju rekor harga baru.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.