Harga Bitcoin Hampir Sentuh $120K, Analis Prediksi Volatilitas Tinggi
Harga Bitcoin kembali melonjak mendekati $120.000 menjelang penutupan mingguan, dengan prediksi analis bahwa pergerakan harga akan makin liar dalam waktu dekat.
Baca Juga: Prabowo & Anwar Ibrahim di Prancis: Dua Pemimpin dengan Sambutan Berbeda
Bitcoin Tunjukkan Volatilitas Menjelang Penutupan Mingguan
Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView menunjukkan bahwa pasangan BTC/USD mendekati area penting yang menjadi kunci pemulihan harga.
Bitcoin menguat hingga menembus $119.000 pada hari Minggu, bangkit dari level terendah dua minggu di sekitar $114.500. Kenaikan ini terjadi seiring berita bahwa Amerika Serikat dan China menunda kembali penerapan tarif perdagangan timbal balik.
Beberapa analis menyoroti level-level penting untuk diperhatikan di pekan ini. Investor kripto Ted Pillows menyebut bahwa level $119.500 adalah titik krusial:
“BTC perlu menembus $119.5K untuk pergerakan besar. Jika gagal, konsolidasi akan berlanjut,” katanya di X.
Analis teknikal Rekt Capital menilai bahwa Bitcoin telah kembali masuk ke zona range setelah sempat turun. Ia menyarankan investor untuk mengamati area bawah range yang bisa menjadi titik retest penting.
Namun, analis lain seperti CrypNuevo mengingatkan bahwa harga bisa kembali turun untuk menutup ‘wick’ harian di kisaran $114.500. Ia mengidentifikasi area likuidasi utama di sekitar $113.800 dan memperkirakan target penurunan jangka menengah berada di $113.6K–$114.5K.

Analis: Bersiap Hadapi “Ayunan Harga Lebih Besar”
Data terbaru dari CoinGlass menunjukkan bahwa titik “max pain” bagi posisi short Bitcoin berada di kisaran $119.650. Jika BTC kembali mendekati rekor tertingginya di $123.000, maka total likuidasi posisi short bisa melebihi $1,1 miliar.
Platform analisis Coinank mengonfirmasi bahwa area $119.000–$120.000 kini menjadi titik resistensi kuat karena tingginya konsentrasi posisi likuidasi.
Analis TheKingfisher pun memberi peringatan bahwa volatilitas bisa meningkat drastis dalam waktu dekat. Dalam unggahannya di X, ia menunjukkan bahwa dealer saat ini banyak yang berada dalam posisi short gamma, yang bisa mempercepat perubahan harga:
“Ini bisa memperkuat volatilitas karena dealer mencoba menyeimbangkan posisi mereka. Bersiaplah menghadapi ayunan harga lebih besar.”