Bitcoin Targetkan Likuiditas $120.000 Setelah Data PPI AS Mendingin
Inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan membantu Bitcoin bertahan di atas $119.000 dan menargetkan zona likuiditas penting.
🟢 Data PPI Menenangkan Pasar, Tapi Peluang Pemangkasan Suku Bunga Juli Tetap Tipis
Harga Bitcoin (BTC) stabil di sekitar $119.000 saat pembukaan Wall Street pada Rabu. Ini terjadi setelah data inflasi produsen (PPI) AS menunjukkan hasil yang lebih dingin dari perkiraan, memberi kelegaan bagi pasar setelah data CPI yang panas sehari sebelumnya.
Menurut data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView, BTC/USD naik sekitar 0,5% dalam 24 jam terakhir. Laporan resmi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan bahwa PPI naik 2,3% dalam 12 bulan terakhir hingga Juni—0,2% lebih rendah dari perkiraan, dan 0,4% di bawah kenaikan bulan sebelumnya.
Analis pasar dari The Kobeissi Letter menanggapi di X:
“Inflasi produsen kembali mendingin.”
Meski demikian, kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed di bulan Juli tetap rendah. Data dari FedWatch Tool CME Group menunjukkan tidak ada perubahan signifikan dalam ekspektasi pasar untuk pertemuan Fed 30 Juli mendatang.
Crypto analyst Matthew Hyland berkomentar:
“Satu-satunya faktor yang membuat CPI naik adalah lonjakan harga minyak di bulan Juni — namun harga minyak telah turun kembali dan akan tercermin di data bulan depan.”
Sumber: Cointelegraph/TradingView
📈 Bitcoin Menargetkan Likuiditas Dekat $120.000
Pergerakan harga Bitcoin menunjukkan potensi terjadinya liquidity grab dalam waktu dekat. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa permintaan jual (asks) terkonsentrasi antara $119.500–$120.500, yang bisa menjadi zona magnet harga.
Sementara itu, analis populer Rekt Capital menyoroti bahwa BTC menemukan dukungan di atas gap CME harian, yaitu celah harga antara penutupan dan pembukaan pasar futures Bitcoin CME. Gap tersebut terbentuk antara $114.300 dan $115.600, yang sering kali menarik harga untuk menutupnya.
“Bitcoin tampaknya mendapat support di atas Daily CME Gap,” ujar Rekt Capital.